Pages

Tampilkan postingan dengan label Dunia Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Sains. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Desember 2009

Apakah tokoh-tokoh dalam wayang itu memang ada pada masanya?

wayang berasal dari kata wayangan yaitu sumber ilham dalam menggambar wujud tokoh dan cerita sehingga bisa tergambar jelas dalam batin si penggambar karena sumber aslinya telah hilang (yang ngilangin bukan saya, lhoo . . . :-) :-) ). Di awalnya, wayang adalah bagian dari kegiatan religi animisme menyembah 'hyang', itulah inti-nya. Dilakukan antara lain di saat-saat panenan atau taneman dalam bentuk upacara ruwatan, tingkeban, ataupun 'merti desa' agar panen berhasil atau pun agar desa terhindar dari segala mala (masih ingat lakon 'sudamala', kan?).

Di tahun 898 - 910 M wayang sudah menjadi wayang purwa namun tetap masih ditujukan untuk menyembah para sanghyang seperti yang tertulis dalam prasasti balitung sigaligi mawayang buat hyang, macarita bhima ya kumara (terjemahan kasaran-nya kira-kira begini : menggelar wayang untuk para hyang menceritakan tentang bima sang kumara).

Di jaman mataram hindu ini, ramayana dari india berhasil dituliskan dalam bahasa jawa kuna (kawi) pada masa raja darmawangsa, 996 - 1042 M. Mahabharata yang berbahasa sansekerta delapan belas parwa dirakit menjadi sembilan parwa bahasa jawa kuna lalu arjuna wiwaha berhasil disusun oleh mpu kanwa di masa raja erlangga. Sampai di jaman kerajaan kediri dan raja jayabaya mpu sedah mulai menyusun serat bharatayuda yang lalu diselesaikan oleh mpu panuluh. Tak puas dengan itu saja, mpu panuluh lalu menyusun serat hariwangsa dan kemudian serat gatutkacasraya. Menurut serat centhini, sang jayabaya lah yang memerintahkan menuliskan ke rontal (daun lontar, disusun seperti kerai, disatukan dengan tali).

Di jaman awal majapahit wayang digambar di kertas jawi (saya juga tidak tahu, apa arti 'kertas jawi' ini ) dan sudah dilengkapi dengan berbagai hiasan pakaian. Masa-masa awal abad sepuluh bisa kita sebut sebagai globalisasi tahap satu ke tanah jawa. Kepercayaan animisme mulai digeser oleh pengaruh agama hindu yang membuat 'naik'-nya pamor tokoh 'dewa' yang kini 'ditempatkan' berada di atas 'hyang'.

Abad duabelas sampai abad limabelas adalah masa 'sekularisasi' wayang tahap satu dengan mulai disusunnya berbagai mithos yang mengagungkan para raja sebagai keturunan langsung para dewa. Abad limabelas adalah dimulainya globalisasi jawa tahap dua. Kini pengaruh budaya islam yang mulai meresap tanpa terasa dan pada awal abad keenambelas berdirilah kerajaan demak ( 1500 - 1550 M ). Ternyata banyak kaidah wayang yang berbenturan dengan ajaran islam maka raden patah memerintahkan mengubah beberapa aturan wayang yang segera dilaksanakan oleh para wali secara gotongroyong. Wayang beber karya prabangkara (jaman majapahit) segera direka-ulang dibuat dari kulit kerbau yang ditipiskan (di wilayah kerajaan demak masa itu, sapi tidak boleh dipotong untuk menghormati penganut hindu yang masih banyak agar tidak terjadi kerusuhan berthema sara . . . ) gambar dibuat menyamping, tangan dipanjangkan, digapit dengan penguat tanduk kerbau, dan disimping sunan bonang menyusun struktur dramatika-nya sunan prawata menambahkan tokoh raksasa dan kera dan juga menambahkan beberapa skenario cerita. Raden patah menambahkan tokoh gajah dan wayang prampogan. Sunan kalijaga mengubah sarana pertunjukan yang awalnya dari kayu kini terdiri dari batang pisang, blencong, kotak wayang, dan gunungan. Sunan kudus kebagian tugas men-dalang. 'Suluk' masih tetap dipertahankan, dan ditambah dengan greget saut dan adha-adha. Pada masa sultan trenggana bentuk wayang semakin dipermanis lagi. Mata, mulut, dan telinga mulai ditatahkan (tadinya hanya digambarkan di kulit kerbau tipis). Susuhunan ratu tunggal, pengganti sultan trenggana, tidak mau kalah dia ciptakan model mata liyepan dan thelengan (joan crawford pun mestinya bayar royalti pada dia, nih !).

Selain wayang purwa sang ratu juga memunculkan wayang gedhog yang hanya digelar di lingkungan dalam keraton saja. Sementara untuk konsumsi rakyat jelata. Sunan bonang menyusun wayang damarwulan. Jaman kerajaan pajang memberikan ciri khas baru. Wayang gedhog dan wayang kulit mulai ditatah tiga dimensi (mulai ada lekukan pada tatahan). Bentuk wayang semakin ditata : raja dan ratu memakai mahkota/topong, rambut para satria mulai ditata, memakai praba, dan juga mulai ditambahkan celana dan kain. Di jaman ini pula lah sunan kudus memperkenalkan wayang golek dari kayu sedang sunan kalijaga menyusun wayang topeng dari kisah-kisah wayang gedog. Dengan demikian wayang gedog pun sudah mulai memasyarakat di luar keratin.

Di masa mataram islam wayang semakin berkembang. Panembahan senapati menambahkan berbagai tokoh burung dan hewan hutan dan rambut wayang ditatah semakin halus. Sultan agung anyakrawati menambahkan unsur gerak pada wayang kulit. Pundak, siku, dan pergelangan wayang mulai diberi sendi. Posisi tangan berbentuk 'nyempurit'. Dengan adanya inovasi ini muncul pula tokoh baru : cakil, tokoh raksasa bertubuh ramping yang sangat gesit dan cekatan. Sultan agung anyakrakusuma, pengganti beliau, ikut menyumbang bentuk mata semakin diperbanyak dan pada beberapa tokoh dibuat beberapa wanda (bentuk). Setelah semua selesai dilaksanakan, diciptakan seorang tokoh baru raksasa berambut merah bertaji seperti kuku yang akhirnya disebut 'buta prapatan' atau 'buta rambutgeni' (catatan hms : mungkinkah ini ada kaitannya dengan berdirinya voc di tahun 1602 ? )

berbagai inovasi dan reka-ulang wayang masih terus berlangsung dari jaman mataram islam sampai jaman sekarang antara lain dengan munculnya ide-ide 'nyeleneh' para dhalang berbagai peralatan elektronis mulai ikut berperan dalam tata panggung maupun perangkat gamelan. Begitu pula dalam hal tata pakaian yang dikenakan oleh ki dhalang, pesinden, maupun para juru karawitan. Dalam hal skenario-nya pun senantiasa ada pergeseran sehingga kini sudah semakin sulit dihakimi mana yang cerita 'pakem' dan mana 'carangan' (cerita tentang asal-usul semar, misalnya, ada beberapa versi yang semuanya layak untuk dipelajari ) tapi siapa sih yang bisa disebut 'berwenang menghakimi' ? walau demikian, garis besar struktur dramatika-nya agaknya relatif tetap. Pathet nem, pathet sanga, lalu pathet manyura relatif standar dan tetap seperti juga mengenai inti filsafatnya sendiri : wayang adalah perlambang kehidupan kita sehari-hari

tuk lebih jelasnya....klik di sini!!
http://id.shvoong.com/social-sciences/16…

tokoh dalam perwayangan hanyalah tokoh abstrak....yang di ciptakan lewat daya hayal....sebagai simbol dan perlambang tokoh2 dlam kehidupan.....
Baca Selengkapnya ......

Nabi Adam vs Manusia Purba

Duluan mana jaman nabi adam dengan jaman purba?

karena dari dulu saya belum mengerti dan juga belum jelas duluan mana jaman nabi adam dengan jaman manusia purba di muka bumi ini, tolong kasih tahu jawabannya dan juga penjelasan and bukti - bukti yang empirik.


Jawab (1)

Tanpa harus mengkonfrontir teroi manusia purba dengan Al-Quran, sebenarnya ilmu pengetahuan terbaru sudah mematahkannya. Beberapa temuan terakhir justru menunjukkan bahwa teori tentang manusia purba semakin jelas kebohongannya. Bukti-bukti ilmiyah yang dahulu sering diajukan oleh kalangan evolusionis, satu per satu kini terbantahkan. Semakin hari semakin terkuak fakta bahwa teori manusia purba adalah sebuah kebohongan besar.

Selama ini kita memang dicekoki teori manusia purba dalam kurikulum pendidikan. Para evolusionis telah merekayasa skema khayalan dengan sangat fantastis. Bahkan seringkali dilengkapi dengan ilustrasi yang nampak sangat realistis. Konyolnya, semua itu masuk ke dalam kurikulum pendidikan di seluruh dunia, termasuk di dunia Islam.

Mereka memasukkan Australopithecus, ras kera yang telah punah sebagai ras 'nenek moyang manusia'. Padahal ada jurang besar dan tak berhubungan antara kera dan manusia.

Adapun ras manusia primitif menurut mereka, sebenarnya hanya variasi dari ras manusia modern, namun dibesar-besarkan sebagai spicies yang berbeda. Faktanya, tidak ada urutan kronologis seperti itu. Banyak yang hidup pada priode yang sama yang berarti tidak ada evolusi, bahkan ada yang lebih tua dari jenis yang diklaim sebagai nenek moyangnya.

Tatkala para evolusionis tak juga menemukan satu fosilpun yang bisa mendukung teori mereka, terpaksa mereka melakukan kebohongan. Contoh yang paling terkenal adalah manusia Piltdown yang dibuat dengan memasangkan tulang rahang orang utan pada tengkorak manusia. Fosil ini telah membohongi dunia ilmu pengetahuan selama 40 tahun.

Kisahnya pada tahun 1912 seorang ahli palaentologi amatir bernama Charles Dawson mengklaim bahwa dia telah menemukan sebuah tulang rahang dan fragmen tengkorak di sebuah lubang dekat Piltdown, Inggris. Tulang itu mirip tulang rahang hewan namun gigi dan tengkoraknya seperti milik manusia. Spesimen ini dinamakan Manusia Piltdown dan diduga berumur 500.000 tahun.

Rekonstruksi terhadap manusia Piltdown dilakukan dan setelah dipajang di berbagai mueium sebagai bukti nyata evolusi manusia. Selama lebih dari 40 tahun sejumlah penafsiran dan gambar dibuat. Banyak artikel ilmiyah tentang manusia piltdown ini, termasuk 500 tesis doktor tentangnya.

Namun pada tahun 1953, hasil pengujian secara menyeluruh terhadap fosil tersebut menunjukkan kepalsuannya. Tengkorak tersebut berasal dari manusia yang hidup beberapa ribu tahun yang lalu, sedangkan tulang rahangnya berasal dari bangkai kera yang baru terkubur beberapa tahun. Gigi-giginya ditambahkan kemudian agar terlihat mirip manusia lalu persendiannya disumpal. Setelah itu seluruh fosil diwarnai dengan potasium dokromat agar tampak kuno.

Kalau kita menyodorkan ayat Allah SWT di dalam Al-Quran Al-Karim dan hadits Rasulullah SAW tentang manusia pertama, besar kemungkinan para hamba sahaya teori evolusi akan menentangnya. Mereka akan mencari alibi dan dalih untuk membuat penafsiran 'lain' alias menentang kebenaran yang ada di dalamnya.

Berapa banyak dari umat Islam yang masih saja percaya bahwa ada manusia sebelum nabi Adam. Fanatisme buta kepada teori evolusi telah membuat mereka menentang apa yang telah Allah SWT sampaikan dalam kitab suci.

Jadi jawaban yang benar adalah bahwa manusia purba tidak pernah ada, sebab teori evolusi juga tidak pernah terbukti. Ada sejuta kejanggalan yang memaksa teori evolusi termasuk teori manusia purba harus dihapus dari kurikulum pendidikan sekolah.

Adam alaihissalam adalah makhluk cerdas pertama di muka bumi. Dengan kedatangan beliau, maka untuk pertama kalinya bumi didatangi oleh makhluk cerdas dari luar angkasa (alien). Kecerdasan manusia sungguh merupakan loncatan besar dalam sejarah bumi, yang sebelumnya hanya dihuni oleh makhluk-makhluk kelas bawah berupa hewan dan tumbuhan. Tidak pernah ada makhluk asli bumi yang mengalami proses evolusi, kecuali hanya ada di film-film Holywood saja.
materi referensi:
diambil dari www.eramuslim.com

Jawab (2)

Pertama, apakah Adam itu tokoh yang nyata?

Kisah-kisah mengenai Adam sebagai manusia pertama, muncul dari budaya Babylonian, kemudian diadopsi oleh bangsa Yahudi yang bermigrasi ke Timur Tengah.

Kisah Adam (dalam bahasa Babylon: ADAPA), sebelumnya bukan menjadi bagian integral dari sistem kepercayaan manapun, melainkan sebuah mitos cerita rakyat yang disampaikan secara oral, turun temurun.

Baru di kemudian hari dalam peradaban Yahudi, kisah ini masuk kedalam literatur keagamaan. Mengapa? Karena sebagai bangsa yang terus-menerus berada dalam tekanan dan penindasan bangsa lain, Yahudi kehilangan banyak pengetahuan dan sejarahnya. Upaya rekonstruksi sejarah oleh bangsa Yahudi membawa mereka kepada penulisan sebuah kitab Genesis, yang (dianggap) berisi silsilah mereka semenjak awal dunia.

Pada tahap ini, mitos dan realita bercampur. Kisah Adam sebagai manusia pertama yang telah dikenal luas dalam budaya besar Babylon membuat bangsa Yahudi mencoba menjangkarkan diri dan sejarahnya pada tokoh mitologi ini sebagai legitimasi kebesaran bangsanya.

Dalam perkembangannya, budaya Yahudi melahirkan dua sisem kepercayaan lain: Kristen dan Islam. Sebagai sistem kepercayaan yang menggunakan budaya Yahudi sebagai 'template', kedua kepercayaan baru ini juga mengadopsi teori penciptaan sebelumnya, yang melibatkan Adam.


Menurut saya, perdebatan apakah Adam itu manusia pertama harus dikembalikan pada jaman manusia masih tinggal di gua-gua. Pada saat itu pastilah ada seorang kakek tua bercerita pada cucu-cucunya di sekeliling api unggun. Dan untuk menjawab pertanyaan cucunya mengenai darimana manusia berasal, sang kakek yang kreatif ini mengarang sebuah nama: ADAPA.

Jawab (3)

ya jaman Nabi Adam kalie.....
karena seperti yang kita ketahui berdasarkan bukti-bukti empirik ok lah katakan melalui sejarah yang tertulis baik dari pelajaran sekolah, yang tercantum dalam Al-Kitab-Al-Kitab baik itu dari golongan (Nasrani, Yahudi, Majusi, Islam, dll).

bahwa dikatakan bahwa Adam ini adalah manusia pertama kali dibuat, yang kemudian dilanjutkan kepada Hawa sebagai pendamping hidup yang dikatakan dalam Alqur'an itu dari tulang rusuknya. Jadi Adam kalo dikatakan ada bahasa Adapa, atau pun yang lainnya. itu sebuah pengungkapan bahasa dari berbagai tempat karena memperkenalkanya dengan bahasa itu. atau ada juga Adam ini di artikan sebagai laki-laki. dan hawa di artikan dengan perempuan (tapi ini bukan berbicara tentang gender).

pada saat menurut beberapa kisah bahwa Nabi Adam seperti yang kamu tulis (yang mungkin yakini) sebagai Nabi. itu pertama kali diciptakan itu di surga(firdaus, heaven, dan bahasa lainnya). setelah diciptakan hawa yang tadinya akan diturunkan ke muka bumi ini, secara bersama namun pada akhirnya terpisah. karena secara hukum Tuhan.

yang kemudian munculah melalui pemahaman bahasa kita manusia purba karena ada sedikit keterbelakangan baik secara pengetahuan maupun teknologi, bukankah Adam dan Hawa itu memiliki seorang anak kembar. itu berdasarkan keterbatasan pengetahuan dan bahasa kita. kenapa seperti itu ada keterbatasan, ya seperti itu karena harus banyak belajar untuk mencari, yang berarti kita pun masih tergolong manusia purba kalau mau di akui(itulah bukti empirik), bagi mereka yang sudah lebih maju terlebih dahulu.

ya... dalam artian bahasa itu merupakan sebuah penyebutan atau sebuah pemaknaan sebuah kaum yang tertinggal. dan itu pun tergantung kamu saya meyakini hal tersebut bukan atas dasar logika sepenuhnya, karena kalau berpikir secara logika sepenuhnya, adakah sebuah logika dapat mencapai sesuatu itu hal yang masih kamu pertanyakan atau belum kamu tanyakan? atau benarkah kita ini sebagai Manusia jika sepenuhnya menggunakan Logika?

Jadi kalau menurut pendapat aku seperti. itu tapi itu pun tidak lepas kritikan dari siapapun, ok.

Jawab (4)

menurut gua ada 2 sudut pandang yg bisa lo pake

sudut 1 : buat orang-orang beragama (gua yakin apapun itu)....adam adalah "MANUSIA" pertama.....bukan ciptaan pertama. karena sebelum adam sudah diciptakan jin dan malaikat. kalo di alqur'an (cuma ini yg gua tau...) ada protes dari malaikat dan jin saat Tuhan ingin menciptakan adam. (maaf....dari kitab lain aku gak tau, gak pernah baca...maaf yaaaahhh).

tapi kalo mau bukti otentik yang bisa dilihat mata....hehehe...sorry man!!! gua gak tau lo bisa liat dimana, gua juga gak punya daya gak punya kuasa buat nunjukin.

sudut 2 : buat para "DARWINISME" yang percaya manusia pertama adalah keturunan, primata, monyet, or something yang berevolusi sekian juga tahun kemudian menjadi manusia super seperti bill gates, john lennon, colombus, ato elu sendiri.

yakin karena menemukan fosil-fosil dengan segala macam alat-alat keperluan hidup atau semacamnya yang menunjukkan perubahan-perubahan atau evolusi itu. bukti nya bisa dengan jelas dilihat mata dan ditelusuri sejarahnya.

menurut gua itu sah-sah aja.
tapi pertanyaan gua : APA LO MAU PUNYA NENEK MOYANG YANG PINTAR SEPERTI ADAM (karena di antara ciptaan Tuhan (malaikat dan jin) hanya Adam yang bisa menyebutkan nama-nama, itulah kelebihan manusia dibanding malaikat dan jin)) ATO PUNYA NENEK MOYANG PRIMATA/MONYET?

Sumber : http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080526082658AAJmgGc
Baca Selengkapnya ......
 
Copyright 2009 DADIDUNIA. Powered by Blogger Blogger Templates create by Deluxe Templates. WP by Masterplan